Bagi yang ingin mengirimkan artikel, kirimkan ke redaksi@filmalternatif.org dengan subjek email “Artikel”. Artikel maksimum 1500 kata, dikirim beserta profil penulis serta kontak pribadi.
|
Mungkinkah film Indonesia membantu mendewasakan politik bangsa ini yang seabad lalu terbentuk bersama radio, pers, dan novel? Oleh: Ariel Heryanto OKTOBER 1965-Maret 1966 merupakan sebuah beban. Di situ terkubur sejumlah simpul sejarah kita dan bersamanya terkubur sebagian dari sosok paling telanjang jati diri bangsa ini. Konflik di Aceh, Ambon, dan Poso merupakan pernyataan dan beban lain yang mutakhir. Tanpa memahami... Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah satu varian hiburan kelompok sosial tertentu (elite). Film hanya dapat ditonton oleh mereka yang memiliki kelebihan finansial. Perkembangan berikut, film mampu menembus demarkasi kelas sosial. Bahkan film kini menjadi ’’barang’’ hasil kerajinan industri kreatif rumahan yang mudah diperoleh. Ada puluhan rumah produksi film pendek bertebaran di Banyumas. Kegiatan menonton film telah jadi bagian ... Pada pertengahan Desember 2008, penulis berkesempatan untuk berkunjung ke Hanoi, Vietnam untuk melakukan sebuah presentasi kecil tentang perkembangan film alternatif di Indonesia, serta jaringan komunitas film Indonesia. Penulis melakukan presentasi di sebuah pusat pengembangan film bernama Center for Assistance and Development of Movie Talents (TPD) yang berada dibawah naungan Vietnam Cinem...
|
Top Artikel
Index Artikel
|
UNDANGAN TERBUKAKONGRES NASIONAL KEGIATAN FILM BERBASIS K...
Pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2010 akan diselenggarakan...
Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melal...
Dunia film pendek di Banjarnegara sedang menggeliat dan b...
Mungkinkah film Indonesia membantu mendewasakan politik b...
Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah ...
Pada pertengahan Desember 2008, penulis berkesempatan unt...
Belum terlihat kesibukan yang berarti di ruangan itu, sedan...