Username
Kata Sandi
Daftar Anggota
Lupa Kata Sandi
Kontak | Tentang Kami

Berita

Berbagi Dan Belajar Dengan CLC Purbalingga

04 Dec 09  oleh : Administrator

Dunia film pendek di Banjarnegara sedang menggeliat dan bangun dari tidurnya, mereka mulai berbenah menuju perkembangan yang positif, ditandai dari banyaknya komunitas film disana yang mulai membangun kerjasama dan jejaring, untuk memantapkan upaya tersebut maka diperlukan ruang komunikasi dalam bentuk sharing dan diskusi seperti yang telah dilaksanakan pada Minggu pagi tanggal 29 November 2009 bertempat di Sanggar Seni Pintu Kosong desa Sokanandi Banjarnegara, diskusi kali ini sangat istimewa karena adanya kunjungan Bowo Leksono dan Heru C Wibowo dari Cinema Lovers Community Purbalingga yang menjadi narasumber sekaligus guru dalam diskusi ini.

Antusias

Walaupun hujan khas bulan November sempat mengguyur kota kecil di lembah Serayu ini namun tidak menyurutkan minat komunitas-komunitas untuk bertemu dalam diskusi. Dihadiri oleh Film Ka, Inpres Film, Komunitas Gardu Parkir desa Merden, Ladangku, komunitas Sperma, Semut Ireng, Karang Taruna desa Gumiwang, SMK Darunajah ( DN- TV), SMA 1 Bawang, rekan-rekan wartawan serta ketua Dewan Kesenian Banjarnegara membuat kebersamaan ini menjadi hangat. Diskusi diawali dari gambaran umum Cinema Lovers Community dengan lika-liku perjalanannya hingga eksis dan menjadi brand image yang cukup mengakar dalam perfilman Banyumas yang ternyata memang tidaklah mulus karena banyak aral melintang, tentang bagaimana cara menyatukan, meregenerasi, berjejaring dan mempertahankan semangat untuk berkarya namun semua bisa dilalui karena adanya kerjasama yang baik dan menumbangkan ego masing-masing untuk saling mengisi walaupun ditengah himpitan kondisi yang menekan dan minimnya dukungan pemerintah namun perjuangan yang dilakukan CLC berbuah manis. Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi perfilman Banjarnegara.

Disisi lain, saat ini kondisi perfilman di Banjarnegara memang masih merangkak menggapai harapan ideal, seperti diungkapkan bapak Maul, jurnalis dari Radar Banyumas sekaligus pengamat film pendek menyatakan perlunya unjuk karya film pendek Banjarnegara selain penguatan jejaring, tanpa menampilkan karya ke publik tentu akan menjadi kepompong terus yang tidak berubah menjadi kupu-kupu sedang wadah sudah tersedia tinggal kemauan untuk menampilkan karya yang perlu disulut kembali,

CLC telah memberi referensi yang bisa digunakan sebagai media belajar. Hal senada juga diungkapkan bapak Drajad, ketua Dewan Kesenian Banjarnegara, bahwa Banjarnegara bisa mengambil pelajaran dari CLC Purbalingga agar menguatkan jejaring dengan sesama komunitas serta saling menyapa dalam karya, hal ini juga disepakati oleh komunitas-komunitas yang hadir untuk memajukan Banjarnegara melalui karya apalagi di Banjarnegara belum ada konflik apapun dan hubungan antar komunitas dan pemerintah masih baik-baik saja belum ada persinggungan dan resistensi maka ini memuluskan jalan film pendek Banjarnegara untuk maju, tinggal bagaimana tindakan yang diambil apakah diam saja atau berkarya sehingga mendapat pengakuan yang membanggakan.

Hadirnya perwakilan sekolah turut melengkapi keindahan diskusi pagi hingga siang itu, siswa-siswa dari SMK Darunajah dan SMA 1 Bawang merupakan contoh generasi yang disemai oleh sekolah. Sekolah berperan strategis sebagai pusat kebudayaan dengan salah satu produk budaya adalah film, keterlibatan sekolah ikut menggiatkan karya film pendek di Banjarnegara.

Bowo Leksono dan Heru C Wibowo mengajak pegiat film di Banjarnegara untuk terus menyalakan semangat dalam berkarya, mereka juga berencana menggarap film dokumenter yang melibatkan kawan-kawan Banjarnegara. Sharing berlanjut dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan komunitas baik tentang jejaring, film pendek, Purbalingga Film Festival maupun teknis pembuatan film dan pemakaian alat. Bagaimanapun CLC Purbalingga telah menjadi bapak guru dalam belajar dan berbagi wawasan ilmu serta pengalaman yang menunjang perkembangan film di Banjarnegara. Diskusi ini ditutup dengan ajakan untuk maju bersama serta mulai bertindak agar kondisi perfilman di Banjarnegara menjadi seperti yang diharapkan. /rid/




Berita Terkait Berita Favorit

Home | Agenda | Berita | Artikel | Link | Forum
@2007 FILMALTERNATIF.ORG
 

Select Language

Berita Terbaru

KONGRES NASIONAL KEGIATAN FILM BERBASIS KOMUNITAS 2010

UNDANGAN TERBUKAKONGRES NASIONAL KEGIATAN FILM BERBASIS K...

“We Care” South to South Film Festival 2010

Pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2010 akan diselenggarakan...

Pemkab Purbalingga Kembali Berulah

Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melal...

Berbagi Dan Belajar Dengan CLC Purbalingga

Dunia film pendek di Banjarnegara sedang menggeliat dan b...

Artikel Terbaru

Yang Luput dari Film Indonesia

Mungkinkah film Indonesia membantu mendewasakan politik b...

Perempuan Banyumas dalam Film

Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah ...

Hanoi Yang Menggeliat

Pada pertengahan Desember 2008, penulis berkesempatan unt...

Festival Yang Sedang Bersedih.

Belum terlihat kesibukan yang berarti di ruangan itu, sedan...