Festival Film
Pendek Konfiden 2007 (KonFest 07) baru saja berakhir. Malam penutupan sekaligus
pengumuman pemenang kompetisi, dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 November lalu
di Teater Kecil TIM, Jakarta, kemarin. Malam penutupan yang dikunjungi ramai
ini merupakan puncak dari rangkaian perjalanan KonFest 07 yang telah dimulai sejak
17 November 2007.
Sebagai salah
satu barometer perkembangan film pendek di Indonesia, tentu saja publik
menunggu dengan rasa penasaran siapakah yang akan keluar sebagai pemenang tiap
kategori dari KonFest 07, sebagai satu acuan bagaimana perkembangan film pendek
Indonesia dan akan seperti apa kedepannya.
Dan “kejutan” itu
hadir ketika dewan juri dari kategori fiksi dan dokumenter mengumumkan film
pemenang. Muncul dari kategori fiksi adalah “pemain lama” film pendek
Indonesia, Eddie Cahyono dengan filmnya; Jalan Sepanjang Kenangan (JSK) dan
untuk kategori dokumenter adalah Nurfitria Napiz dan Welldy Handoko dengan film
Di Atas Rel Mati (DARM), karya yang merupakan hasil olahan kompetisi Eagle
Award tahun 2006. Dan hadir sebagai film favorit penonton adalah Cheng-Cheng Po
besutan B.W. Purba Negara yang mendapat penghargaan Konfiden.
“Kejutan” inilah
yang hadir dalam penutupan KonFest 07. Dewan juri dari kategori fiksi menjelaskan
bahwa pilihan pemenang pada film JSK disebabkan oleh kerangka penilaian dewan
juri yang tidak hanya melihat pencapaian sebuah film terhenti pada hal teknis,
namun juga bagaimana mengolah cerita dan pengangkatan isu yang aktual serta
merupakan keseharian masyarakat Indonesia. Film JSK juga dinilai paling dekat
dengan tema Keberagaman yang diangkat sebagai tema utama KonFest 07 kali ini.
Sedangkan untuk
kategori dokumenter, film DARM dinilai mampu memadukan secara berimbang tutur serta teknis pembuatan film dokumenter
dengan baik. Dewan juri untuk kategori dokumenter mencatat masih banyaknya
karya dokumenter yang masuk masih menggunakan metode jurnalistik televisi
sebagai metode produksinya sehingga tidak menghasilkan karya dengan cara tutur
yang berbeda.
Semua ini adalah
usaha Yayasan Konfiden dalam merangkum perkembangan film pendek di Indonesia.
Keputusan mereka untuk memperketat seleksi bagi film-film yang masuk kedalam
kompetisi KonFest 07 merupakan satu usaha untuk membaca pencapaian-pencapaian
dalam film pendek Indonesia. Perdebatan bisa saja terjadi atas
keputusan-keputusan yang diambil, dan itu memang harus dilakukan. Hanya dengan
cara itu, pengkayaan wacana bisa terjadi. Konfiden sudah membuka ointu
perdebatan itu, tinggal menunggu siapa yang akan memasukinya.(h20/FA/07)
Daftar Pemenang
Festival Film Pendek Konfiden 2007
Kategori Fiksi

Kategori
Dokumenter

Penghargaan Konfiden
(Favorit Pilihan Penonton)

UNDANGAN TERBUKAKONGRES NASIONAL KEGIATAN FILM BERBASIS K...
Pada tanggal 22 hingga 24 Januari 2010 akan diselenggarakan...
Di penghujung tahun, Pemerintah Kabupaten Purbalingga melal...
Dunia film pendek di Banjarnegara sedang menggeliat dan b...
Mungkinkah film Indonesia membantu mendewasakan politik b...
Di Banyumas, film awalnya hanya diperlakukan sebagai salah ...
Pada pertengahan Desember 2008, penulis berkesempatan unt...
Belum terlihat kesibukan yang berarti di ruangan itu, sedan...